Rapat Lintas Sektor Mitigasi Pengurangan Resiko Bencana

Staf Ahli Bupati Seluma Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Drs. Rusyikin mewakili Bupati Seluma membuka Rapat Lintas Sektor Mitigasi Pengurangan Resiko Bencana di Ruang Rapat Bupati, Selasa (05/06/2018) pagi.

Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 pengertian Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

“Kabupaten Seluma merupakan salah satu wilayah di Provinsi Bengkulu yang dikategorikan sebagai daerah rawan bencana. Oleh karena itu tujuan diadakannya Mitigasi Pengurangan Resiko Bencana di Wilayah Kabupaten Seluma sangat disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Seluma”, demikian disampaikan oleh Drs. Rusyikin.

“Dengan dilaksanakannya Mitigasi Bencana di Kabupaten Seluma diharapkan dapat mengurangi resiko/dampak yang ditimbulkan oleh bencana, khususnya bagi penduduk seperti korban jiwa (kematian), kerugian ekonomi dan kerusakan sumber daya alam”, lanjut Drs. Rusyikin.

Rapat lintas sektor ini dihadiri oleh Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat Brigjend Purn. Sumarsono, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Pusat Arifin dan Staf Heri Esmedi, Tenaga Ahli Penanggulangan Bencana dari IPB Prof. Andi Afandi, Perwakilan PMI Bengkulu Joni Saputra beserta pengurus lainnya, Perwakilan Basarnas Provinsi Bengkulu, PMI Seluma, Damkar Kabupaten Seluma, Perwakilan Kodim 0425/Seluma dan undangan lainnya.

Mitigasi pengurangan resiko bencana ini difasilitasi oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat dan Palang Merah Jepang. Menurut Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat Brigjend Purn. Sumarsono bahwa secara garis besar wilayah Indonesia adalah rawan bencana dikarenakan posisi Indonesia berada dekat 2 lempeng bumi, sama dengan Negara Jepang.

Dalam rangka Mitigasi pengurangan resiko bencana di Kabupaten Seluma, sebagai sampel telah dilaksanakan di Desa Lawang Agung dan Desa Penago. Setelah beberapa waktu yang lalu Tm PMI dan Pelang Merah Jepang melakukan penelitian dan penyadaran kepada warga ke dua Desa tersebut, maka pada Rapat Lintas Sektor pada hari ini disampaikan pemamparan mengenai kesiapan dan kesadaran warga Desa Lawang Agung dan Desa Penago dalam menghadapi bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Pada pemaparan yang disampaikan akan diketahui kesiapan dan kesadaran masyarakat Kabupaten Seluma dalam menghadapi bencana alam sehingga dapat mengurangi resiko kematian (korban jiwa), resiko ekonomi dan kerusakan sumber daya alam.

MC Kabupaten Seluma / Kominfo
Selasa, 5 Juni 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *